Jakarta, KP2MI (9/10) - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani mengatakan, ada peluang pembukaan pasar kerja baru bagi pekerja migran Indonesia di Republik Palau, negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian barat.
Salah satu alasannya, Palau merupakan negara kepulauan yang memiliki sektor pariwisata dan industri hospitality yang saat ini tengah berkembang.
"Palau memiliki potensi yang menarik untuk dikembangkan sebagai salah satu negara tujuan penempatan pekerja migran," katanya dalam pertemuan daring dengan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI untuk Filipina, Victorina Hesti Dewayani, Kamis (8/10/2026) kemarin.
Selain sektor hospitality, Wamen Christina juga memperoleh informasi terkait kebutuhan tenaga kerja profesional dan terampil di sejumlah bidang di negara yang secara diplomatik masuk dalam wilayah akreditasi KBRI Manila itu.
Misalnya, pekerja dengan kompetensi khusus seperti tenaga konstruksi, civil engineer, hingga tenaga kerja di sektor maritim, termasuk nakhoda dan pekerjaan lainnya di atas kapal.
"Kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi tertentu tentu menjadi peluang yang perlu kita respons dengan menyiapkan pekerja migran yang memiliki keterampilan, sertifikasi, dan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna di negara tujuan," ungkapnya.
Wamen Christina menambahkan, kementeriannya bersama KBRI Manila akan menindaklanjuti peluang tersebut dengan mempertemukan perusahaan calon pengguna tenaga kerja dari Palau dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) saat Trade Expo Indonesia (TEI), pada 14–18 Oktober 2026 mendatang.
"Kami ingin memetakan kebutuhan tenaga kerja di Palau dengan lebih konkret, termasuk persyaratan kompetensi dan kualifikasinya," jelasnya.
"Selanjutnya akan berkoordinasi dengan KBRI Manila dan para pemangku kepentingan terkait untuk menindaklanjuti potensi penempatan pekerja migran ke Palau," tambah Christina Aryani. **(Humas)
