Jakarta, KP2MI (19/10) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menjalin kemitraan strategis dengan Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dalam peningkatan tata kelola pekerja migran Indonesia dan keluarganya.
Melalui pertemuan yang digelar di Kantor KP2MI, Jakarta, Senin (19/10), Sekretaris Jenderal KP2MI, Dwiyono, menuturkan peran penting KAHMI untuk turut mendampingi dan memotivasi alumni Himpunan Mahasiswa Islam sebagai calon Pekerja Migran Indonesia.
Melalui langkah strategis ini, diharapkan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang bersertifikat dapat terhubung langsung ke jejaring penempatan resmi, dan KP2MI akan berperan dalam pemetaan kebutuhan pekerja di sektor prioritas.
“KP2MI akan memetakan kebutuhan tenaga kerja di sektor prioritas, meliputi manufaktur, teknologi informasi, kesehatan, dan hospitality, sebagai dasar pelatihan vokasi dan sertifikasi alumni KAHMI,” tutur Dwiyono.
Sementara itu, Bendahara Umum Majelis Nasional KAHMI, Sabarudin, berharap sinergi antara KP2MI dengan KAHMI dapat memperkuat regulasi dan pelindungan bagi alumni dan kader HMI yang menjadi pekerja migran.
“Kami juga berharap sinergi antara KP2MI ini diharapkan dapat membangun sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing, bisa memiliki kemampuan yang cukup demi mewujudkan tenaga kerja yang terampil baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” tutur Sabarudin.
Sebelumnya, KP2MI menjalin sinergi dengan Majelis Nasional KAHMI melalui Nota Kesepahaman dalam penguatan tata kelola, pelindungan, dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia beserta keluarganya.
Kemitraan strategis dengan KAHMI meliputi, pendayagunaan sumber daya manusia sebagai Pekerja Migran Indonesia, peningkatan kapasitas, pemberdayaan sosial dan ekonomi Pekerja Migran Indonesia beserta keluarganya, penyebarluasan informasi peluang kerja luar negeri dan migrasi aman, serta pendampingan pelindungan hukum bagi Pekerja Migran Indonesia.* (Humas)
