Selamat Datang di Website BP3MI Sumatera Barat

Berita Lainnya

KP2MI Kawal Kepulangan Pekerja Migran dari Yordania Bersama Kelima Anaknya Hingga Depan Pintu Rumah

28-09-2026 09:33

KP2MI Kawal Kepulangan Pekerja Migran dari Yordania Bersama Kelima Anaknya Hingga Depan Pintu Rumah

Tangerang, KP2MI (25/09) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) hadir dalam kepulangan pekerja migran Indonesia bernama Baedah dari Amman, Yordania, bersama kelima anaknya.

Setibanya di Indonesia pada Jumat (25/9/2026), Baedah dan kelima anaknya diterima oleh Direktur Reintegrasi dan Penguatan Keluarga, Hadi Wahyuningrum, di Lounge Pekerja Migran Indonesia Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Baedah dan kelima anaknya selanjutnya akan diantar hingga ke kediaman mereka di Majalengka, Jawa Barat. Sesampainya di daerah asal, KP2MI melalui Direktorat Reintegrasi dan Penguatan Keluarga akan membantu proses reintegrasi keluarga, termasuk penyelesaian berbagai kebutuhan administrasi dan layanan dasar.

“Kami akan membantu proses kepulangan Baedah dan anak-anak sampai ke Majalengka. Setelah itu, KP2MI akan membantu menindaklanjuti kebutuhan administrasi dan reintegrasi keluarga, termasuk pengurusan dokumen administrasi dan akta kelahiran anak, pendaftaran BPJS Kesehatan, kebutuhan pendidikan,” ujar Yayuk, sapaan Hadi Wahyuningrum.

Yayuk melanjutkan, pihaknya juga akan membantu memfasilitasi kebutuhan kesehatan anak, termasuk khitan bagi anak yang memerlukannya, serta memberikan dukungan kesehatan mental bagi Baedah dan anak-anaknya.

“Harapannya, keluarga ini dapat kembali menjalani kehidupan dengan baik setelah berada di tanah air,” imbuhnya.

Baedah tiba di Yordania pada 2003 dan sempat bekerja melalui agen selama kurang lebih empat tahun dengan empat majikan. Dalam perjalanan hidupnya di Yordania, Baedah menghadapi sejumlah kendala terkait status keimigrasian dan ketenagakerjaan.

Pada 2010, Baedah kemudian membangun kehidupan bersama seorang warga negara Mesir dan dikaruniai lima orang anak. Hingga kepulangannya ke Indonesia, kelima anak tersebut belum memiliki dokumen kelahiran. Dalam perjalanan dari Amman, Baedah diberikan pendampingan oleh KBRI Amman hingga tiba di Indonesia.

Sebelumnya, KBRI Amman telah memberikan bantuan selama proses penanganan di Yordania, termasuk dukungan logistik dan kebutuhan lainnya. KBRI Amman juga telah berupaya mendapatkan data dokumen paspor Baedah melalui pencarian biometrik, namun data tersebut belum ditemukan.

Baedah menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungan yang diberikan sehingga dirinya dapat kembali ke tanah air bersama kelima anaknya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin yang sudah membantu kepulangan saya dan anak-anak ke Indonesia. Saya ingin pulang karena ingin membahagiakan anak-anak dan ibu saya. Saya berharap bisa memulai kehidupan yang lebih baik bersama keluarga di Indonesia,” ujar Baedah.

Kepulangan Baedah bersama kelima anaknya menjadi awal bagi proses reintegrasi keluarga di tanah air.**(Humas)