Padang, KP2MI (18/09) — Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, melepas Pekerja Migran Indonesia (CPMI) peserta Pelatihan Patisserie and Food Service Program SMK Go Global yang telah menyelesaikan rangkaian pelatihan dan uji kompetensi di Balai Diklat Industri (BDI) Padang, Jumat siang (18/09/2026).
Kegiatan pelepasan tersebut turut dihadiri oleh, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dwi Setiawan Susanto, Direktur Jenderal Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Ahnas, Direktur Peningkatan Kapasitas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Lia Parisiana , Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat yang mewakili Gubernur Sumatera Barat, Kepala Balai Diklat Industri Padang, serta Kepala Cabang PT. Jafa Indo Corpora.
Kegiatan dibuka dengan penyampaian laporan kegiatan oleh Kepala BP3MI Sumatera Barat. Dalam laporannya, Kepala BP3MI Sumatera Barat Jupriyadi menyampaikan bahwa para peserta yang dilepas merupakan lulusan terpilih yang telah menyelesaikan pelatihan secara intensif dan dibekali kompetensi profesional serta sertifikasi kompetensi sebagai persiapan untuk mengisi kebutuhan pasar kerja internasional melalui mekanisme penempatan yang sesuai dengan ketentuan.
“Peserta telah menyelesaikan pelatihan selama 26 hari, terhitung sejak 26 Agustus hingga 15 September 2026 di Balai Diklat Industri Padang. Setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan, peserta mengikuti Uji Kompetensi resmi selama dua hari pada 16–17 September 2026. Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Sumatera Barat, yaitu Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Padang, Kota Bukittinggi, dan Kota Payakumbuh, kata Jupriyadi dalam laporannya.
Sementara itu, Wakil Menteri II, Kementrian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menyampaikan bahwa saat ini negara-negara dengan volume ekonomi besar seperti Jerman, Korea, Jepang dan negara lainnya yang sedang berkembang membutuhkan tenaga tenaga profesional yang memiliki kompetensi yang bagus.
“Pelepasan hari ini merupakan pelepasan pecah telur, karena ini akan menjadi awal dari seluruh penempatan selanjutnya. Tahun ini kita piloting yang dikomandoi oleh Dirjen P3KLN sebanyak 40 ribu peserta, tahun depan 140 ribu, kemudian 180 ribu dan 140 ribu pada tahun 2029”, kata Tawalla.
Lebih lanjut, Dzulfikar berharap agar sinergitas antara KP2MI dan Pemerintah Provinsi dapat terus ditingkatkan untuk bisa mendukung terlaksananya program SMK Go Global karena merupakan program direktif Presiden Prabowo hingga tahun 2029 nanti.
Pelepasan CPMI peserta Pelatihan Patisserie and Food Service ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dunia pendidikan, dan P3MI dalam mempersiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja internasional.
Selain mendapatkan pembekalan keterampilan, para peserta juga telah melalui tahapan dan proses penempatan. Selanjutnya, peserta akan difasilitasi dan ditempatkan oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) PT Jafa Indo Corpora Cabang Sumatera Barat ke negara Malaysia dengan jabatan Restaurant Crew. **(Humas/BP3MI Sumatera Barat)
