Selamat Datang di Website BP3MI Sumatera Barat

Berita Lainnya

Wamen Christina Jajaki Perluasan Peluang Pekerja Migran di Selandia Baru, Bidik Sektor Agrikultur hingga Hospitality

13-10-2026 08:41

Wamen Christina Jajaki Perluasan Peluang Pekerja Migran di Selandia Baru, Bidik Sektor Agrikultur hingga Hospitality

Jakarta, KP2MI (12/10) – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani melakukan pertemuan dengan Calon Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru, Dindin Wahyudin, Senin (12/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wamen Christina menjajaki perluasan peluang penempatan Pekerja Migran Indonesia di Selandia Baru, termasuk membuka akses ke sejumlah sektor potensial seperti agrikultur, peternakan, pertambangan, dan hospitality.

“Menjelang penugasan Pak Dindin di Selandia Baru, kami menyampaikan intensi Indonesia untuk menjajaki peluang-peluang kerja baru di sana. Selama ini kita mengenal sektor agrikultur, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk peternakan, pertambangan, hingga hospitality,” katanya di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta. 

KBRI Wellington, kata dia, memiliki peran strategis memetakan kebutuhan pasar kerja, mengidentifikasi sektor yang potensial, serta membangun komunikasi dengan para pemangku kepentingan dan pemberi kerja di Selandia Baru. Termasuk memperluas akses pekerja migran Indonesia terhadap peluang kerja di negara tersebut. 

Saat ini, target pekerja asing di Selandia Baru sebanyak 20.700 pekerja asing, yang sebagian besarnya diisi pekerja dari negara-negara Pasifik. 

Adapun kuota bagi negara Asia hanya 1.500 orang yang masih didominasi pekerja dari Filipina dan Thailand. Sementara pekerja migran Indonesia yang ditempatkan di sana baru mencapai 131 orang di 2026. 

“Kondisi ini menunjukkan perlunya langkah aktif untuk mengenali kebutuhan pasar dan memperkenalkan tenaga kerja Indonesia kepada pengguna di Selandia Baru. Kami meminta dukungan agar peluang dan kuota penempatan bagi Indonesia dapat ditingkatkan,” ungkapnya. 

Selain itu, peningkatan penempatan pekerja migran di Selandia Baru juga perlu didukung penguatan peran KBRI Wellington dalam menjalankan fungsi market intelligence untuk mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja, persyaratan kompetensi, serta peluang penempatan yang dapat diakses Indonesia.

Kementerian P2MI, kata dia, siap mendukung upaya tersebut melalui penyelenggaraan bursa kerja (job fair), pertemuan dengan kementerian dan lembaga terkait di Selandia Baru serta menjajaki kemungkinan kerja sama, termasuk melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

“Dengan pemetaan pasar yang lebih baik, promosi yang tepat, serta komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan, pekerja migran Indonesia bisa mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di Selandia Baru,” tambah Christina Aryani. **(Humas)