Padang, KP2MI (8/6) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Barat (Sumbar) menyelenggarakan kegiatan ramah tamah sekaligus pelepasan resmi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Program Government to Government (G to G) Jepang Batch XIX asal Sumbar yang telah berhasil menyelesaikan seluruh tahapan proses penempatan melalui BP3MI Sumatera Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (5/6/2026) di Istana Gubernur Sumatera Barat tersebut dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi sekaligus pembekalan akhir bagi Pekerja Migran Indonesia asal Sumatera Barat sebelum diberangkatkan menuju negara penempatan.
Acara pelepasan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan dengan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang akrab disapa Buya, bersama jajaran BP3MI Sumatera Barat. Dari total 18 yang akan diberangkatkan ke Jepang, sebanyak 5 orang hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut sebagai perwakilan.
Kehadiran Gubernur Sumbar dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program penempatan Pekerja Migran Indonesia yang aman, legal, dan profesional.
Dalam sambutannya, Buya menyampaikan apresiasi kepada para kandidat yang telah lulus, yang telah menunjukkan semangat, kedisiplinan, dan komitmen untuk meningkatkan kompetensi sehingga mampu bersaing di pasar kerja internasional, khususnya di Jepang.
“Kesempatan bekerja di Jepang merupakan peluang yang sangat baik untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, serta meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga. Saya berharap seluruh Pekerja Migran dapat menjaga integritas, kedisiplinan, etos kerja, dan nama baik Sumatera Barat maupun Indonesia selama berada di negara penempatan”, ujar Buya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendukung penuh program penempatan tenaga kerja ke luar negeri yang dilaksanakan secara prosedural dan berbasis kompetensi. Menurutnya, program ini tidak hanya membuka akses lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah agar mampu bersaing di tingkat global.
Selain itu beliau juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan BP3MI Sumatera Barat yang selama ini telah berperan aktif dalam memberikan pelayanan, pelatihan, serta fasilitasi penempatan tenaga kerja ke luar negeri bagi masyarakat Sumatera Barat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada KP2MI dan BP3MI Sumatera Barat yang telah membantu membuka akses kesempatan kerja ke luar negeri bagi masyarakat Sumatera Barat melalui proses yang aman, legal, serta didukung dengan peningkatan keterampilan dan kompetensi. Ini merupakan langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing internasional,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BP3MI Sumatera Barat, Jupriyadi, menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses informasi dan peluang kerja luar negeri yang aman bagi masyarakat, sekaligus memastikan setiap calon pekerja migran memperoleh pembekalan yang memadai sebelum diberangkatkan.
"Keberangkatan Pekerja Migran Indonesia Program G to G Jepang ini menjadi bukti bahwa putra-putri Sumatera Barat memiliki kemampuan dan daya saing untuk berkompetisi di pasar kerja internasional. Kami berharap mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, terus meningkatkan kompetensi, menjaga nama baik daerah dan bangsa, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk menempuh jalur penempatan yang aman, legal, dan prosedural,” ujar Jupriyadi.
Ia menambahkan BP3MI Sumatera Barat akan terus berkomitmen memperluas akses informasi dan peluang kerja luar negeri yang aman bagi masyarakat, sekaligus memastikan setiap calon pekerja migran memperoleh pembekalan yang memadai sebelum diberangkatkan.
Program G to G Jepang merupakan salah satu skema penempatan resmi yang dilaksanakan melalui kerja sama antar pemerintah sehingga memberikan jaminan pelindungan yang lebih baik bagi pekerja migran Indonesia selama proses seleksi, penempatan, hingga masa bekerja di negara tujuan.
Secara keseluruhan, kegiatan ramah tamah dan pelepasan ini berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan. Momentum tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan BP3MI Sumatera Barat dalam mendukung penempatan serta pelindungan pekerja migran Indonesia, khususnya yang berasal dari Sumatera Barat.
Melalui keberangkatan Pekerja Migran Program G to G Jepang ini, diharapkan semakin banyak generasi muda Sumatera Barat yang termotivasi untuk meningkatkan kompetensi dan memanfaatkan peluang kerja global secara aman, legal, dan profesional.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumbar, Firdaus Firman beserta jajaran serta perwakilan Balai Vokasi, Pelatihan dan Produktivitas, Icha.* (Humas/BP3MI Sumatera Barat)
