Yogyakarta, BP2MI (13/05) - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani merasa sangat terharu atas apresiasi dari 207 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang tengah mengikuti Preliminary Education (Prelim) Program Government to Government (G to G) Korea Selatan di Yogyakarta.
Para CPMI mempersembahkan drama teatrikal tentang perjuangan CPMI untuk bekerja ke Korea Selatan, mulai dari persiapan di kampung halaman hingga bisa bekerja di negara penempatan. Selepas drama dari para CPMI, mereka menyanyikan yel-yel terima kasih kepada BP2MI dan juga kepada Presiden Jokowi yang telah memperjuangkan pelindungan bagi PMI dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Saya speechless dan terharu atas apresiasi kalian. Masih dalam moment Idulfitri, saya bersama seluruh jajaran juga ingin memohon maaf atas kekurangan dan bahkan mungkin kesalahan kami dalam memberikan pelayanan yang membuat kalian tidak puas. Kami percaya kesempurnaan hanya milik Allah, tapi kami ingin yakinkan bahwa kami terus berupaya memperbaiki keadaan, memperbaiki tata kelola penempatan, memperbaiki pelayanan dalam segala hal, ujar Benny saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Prelim CPMI Program G to G ke Korea Selatan, yang diselenggarakan di Graha Kinasih Kaliurang, Yogyakarta, Jumat (13/05).
Terkait perbaikan layanan kepada PMI, Benny bercerita bahwa ini adalah perintah Presiden Jokowi saat ia dilantik menjadi Kepala BP2MI pada bulan April 2020 lalu. Presiden Jokowi menitipkan pesan untuk lindungi PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kata-kata Presiden itu yang kemudian ditanamkan kepada seluruh jajaran BP2MI dan pesan itu disampaikan dalam setiap kegiatan BP2MI maupun seluruh atribut kegiatan, baik dalam backdrop, banner maupun umbul-umbul, bahkan dijadikan bait-bait dalam Mars BP2MI.
Dari pesan Presiden itu, saya ambil potongan kata-katanya dan saya ciptakan sendiri Mars BP2MI yang tadi kita nyanyikan bersama. Dari Mars BP2MI yang mengandung pesan Presiden itulah yang menjadi roh perjuangan BP2MI dan kita jadikan jargon perjuangan BP2MI dalam memberikan pelayanan kepada para PMI, terang Benny.
Dalam kesempatan tersebut, Benny juga meluruskan terkait tertundanya penempatan PMI ke Korea Selatan saat pandemi Covid-19 selama dua tahun, bahwa hal itu bukan keinginan pemerintah.
Saya jamin 1000% itu bukan keinginan Pemerintah, semata-mata karena negara penempatan melakukan penutupan dan kondisi pandemi Covid-19 di seluruh dunia. Bahkan saya juga mendapat banyak cacian di media sosial, tapi saya tidak pernah membalas. Karena setiap pejabat, pemimpin itu harus siap untuk dimaki-maki rakyat, karena mereka digaji dari keringat rakyat jelas Benny.
Dalam rangka perbaikan layanan kepada PMI, Benny juga menjelaskan, di era kepemimpinannya, ia telah memulai upaya keterbukaan informasi. Karena pada dasarnya, masyarakat wajib mengetahui program dan kebijakan yang dilakukan oleh BP2MI.
Misalnya, acara Prelim ini kita live di Facebook, rapat pimpinan kita pernah live di Facebook, melayani pertanyaan dari PMI kita live di Facebook, bincang-bincang untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait program G to G kita live di Facebook. Karena jika kita tidak memiliki niat melakukan kejahatan dan mengambil keuntungan dari kerja-kerja kita, maka untuk apa kita takut untuk terbuka, apalagi takut berhadapan dengan PMI, tegas Benny.
Terakhir, Benny berharap setelah mengikuti Prelim, CPMI dapat segera berangkat ke Negara Penempatan. Saya tidak mau ini menjadi pertemuan terakhir, saya mau kita bertemu lagi saat saya melepas kalian untuk berangkat ke Korea Selatan, tutupnya.
Adapun pelaksanaan kegiatan Prelim bagi CPMI Program G to G Korea Selatan kali ini dilaksanakan serentak di empat kota, yaitu Cirebon, Depok, Yogyakarta, dan Semarang, mulai tanggal 9-14 Mei 2022. Jumlah CPMI Korea Selatan yang mengikuti Prelim ini sebanyak 1.231 CPMI.** (Humas/SD)
